Dampak Suami Loyo
Cerita Dewasa · 18+
Disclaimer
- Perlu sobat Ngocokers tahu bahwa cerita ini mengandung unsur pornografi dan tidak cocok bagi anak dibawah umur (18+).
- Nama-nama di cerita ini telah disamarkan, semua kemiripan nama adalah hal yang tidak disengaja harap sobat Ngocokers mengeri.
- Cerita ini tidak mengandung unsur SARA apalagi kebencian atau menyudutkan kelompok tertentu. Kalaupun ada keterangan mengenai ras/suku/warna kulit/ciri fisik adalah semata-mata sebagai bumbu penyedap cerita untuk menambah unsur erotisme.
- Cerita ini karangan pengarang semata, tidak mengutip karya pengarang lainnya, semua kemiripan adalah kebetulan belaka.
- Hormatilah karya pengarang lainnya, jangan meniru ataupun menjiplak hasil karya pengarang lain dan mengaku-aku itu karyanya sendiri.
Andi, Anak Buah Suaminya

Cerita Sex Dampak Suami Loyo – Malam itu Dhea terlihat sedang menonton TV diruangan keluarga dengan hanya mengenakan daster warna putih berbahan satin, Dhea terlihat cantik dan sexy mengenakan daster itu, belahan payudaranya yang putih dan mulus terlihat jelas sekali karena daster satu talinya itu berbentuk V.
Sementara dibalik dasternya Dhea tidak mengenakan BH dan CD, kedua putingnya yang berwana merah mudapun terlihat menonjol di dasternya itu sementara bayangan hitam yang tipis diselangkangannya terbayang dengan jelas.
Dhea memang masih muda umurnya sekarang ini baru 30tahun, dia menikah dengan suaminya pada saat ia berumur 20, sementara suaminya seorang duda beranak satu berumur 40tahun. Anak tirinya Doni sekarang ini berumur 18tahun.
Sampai saat ini Dhea belum dapat memberikan keturunan kepada suaminya, mungkin ini yang membuat tubuh Dhea tetap sexy terutama kedua buah payudaranya yang masih kencang.
Hari ini suaminya memang pulang terlambat karena harus menjamu tamunya dan Doni sendiri menginap dirumah temannya, saat ini Dhea sendirian dirumah.
Malam semakin larut, hawa dingin karena hujan dan kesepian tanpa ada yang menemani ngobrol membuat Dhea mulai mengantuk, tanpa terasa Dhea mulai tertidur diatas sofa.
Jam didinding mulai menunjukkan tepat jam 1, sementara Dhea yang terlelap dalam tidurnya tidak menyadari daster yang menutupi tubuhnya sudah tidak menutupi tubuhnya secara sempurna.
Tali dasternya sudah tidak dipundaknya melainkan sudah berada ditangannya, ini membuat kedua payudaranya terlihat dengan jelas, sementara dibagian bawah sudah terangkat sehingga lembah kenikmatannya yang tertutupi oleh rambut hitampun terlihat dengan jelas.
Saat itu diluar Nampak sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Dhea, dari dalam mobil turun seorang pemuda berbadan atletis, pemuda ini kemudian membuka pintu belakang mobil, si pemudapun terlihat memasukkan setengah badannya kedalam mobil.
Selang tak lama si pemuda dengan agak setengah menyeret membantu keluar seorang pria setengah baya dalam kondisi mabuk sekali, setelah pria setengah baya itu berada diluar mobil, pemuda itu mulai memapah pria tersebut kearah pintu rumah Dhea sambil tak lupa menutup pintu mobil dan menguncinya.
Sampai didepan pintu, pemuda itu mengeluarkan kunci pintu dan membuka pintu itu sambil tetap memapah pria tersebut, sesampainya didalam pemuda itu tak lupa menutup pintu rumah dan menguncinya kembali,.
Kemudian pemuda itu memapah pria tersebut menuju kamar tidur, saat berjalan menuju kamar tidur pemuda itu menghentikan langkahnya diruangan keluarga, matanya terbelalak melihat pemandangan yang membangkitkan birahi.
Dia melihat kedua payudara Dhea yang putih dan mulus juga lembah kenikmatannya yang tertutupi oleh rambut hitam, melihat itu semua sipemudapun menelan air liurnya berkali-kali sementara, bagian bawah tubuhnya perlahan-lahan mulai begrerak.
Tanpa membuang waktu lagi pemuda itu dengan cepat memapah tubuh bossnya yang mabuk berat kearah kamar tidur, yang memang tidak terlalu berjauhan dengan ruang keluarga, setelah merabhkan tubuh bossnya dan membuka sepatunya, pemuda itu keluar dari ruang tidur dan menutup pintunya.
Kemudian dia kembali menuju keruangan keluarga dimana Dhea masih terlelap dalam tidurnya, sesampainya didepan Dhea tanpa membuang waktu lagi pemuda itu mulai melepaskan baju, sepatu, celana dan celana dalamnya, sehingga tubuh atletisnya tidak mengenakan sehelai benangpun. Tampak kontol pemuda itu sudah berdiri dengan tegak sekali.
Perlahan-lahan pemuda itu mulai duduk disamping Dhea, kedua tangannya mulai meremas-remas kedua payudara Dhea, dengan penuh nafsu pemuda itu mulai menjilati putting susu Dhea dan kadang-kadang ditimpali dengan hisapan-hisapan, mulut bekerja tanganpun tidak mau ketinggalan, tangan yang satu meremas-remas payudara Dhea, dan yang satunya mulai mengelus-elus lembah kenikmatan Dhea.
Ssaat tangannya mulai menyentuh vagina Dhea, dia merasakan Vagina Dhea sudah basah, nampaknya Dhea sedang bermimpi dientot, kemudian pemuda itu mulai memasukkan jari tengahnya kedalam lubang Dhea yang sudah basah itu, dengan gerakan perlahan-lahan dikeluar masukkan jarinya itu dimemek Dhea.
Seluruh aksinya itu membuat Dhea mulai mendesah keenakan, entah karena akibat aksi sipemuda atau karena dia sedang menikmati mimpinya.
Setelah merasakan memek Dhea semakin basah pemuda itu kemudian mengeluarkan jari tangannya, lalu ia mulai mengangkangkan kedua kaki Dhea dan mengarahkan kontolnya kememek Dhea, dengan perlahan-lahan sipemuda mulai mendesakkan kontolnya kelubang memek Dhea.
Sipemuda tidak mau terburu-buru memasukkan kontolnya dia takut Dhea terbangun, perlahan-lahan batang kontol sipemuda mulai masuk kedalam lubang memek Dhea, ia merasakan memek Dhea sangat sempit sekali, nampaknya memek Dhea jarang dipakai atau kemaluan suaminya kecil sehingga lubang memek Dhea masih sempit.
Sedikit demi sedikit kontolnya mulai terbenam dilubang memek Dhea, dengan gerakan perlahan sipemuda mulai menurunkan tubuhnya sehingga posisinya mulai menindih tubuh Dhea dan kedua tangannya mulai diselipkan ketubuh Dhea.
Sambil memeluk tubuh Dhea dengan cukup erat dan bibirnya mulai mengulum bibir Dhea, sipemuda membenamkan kontolnya dalam-dalam kedalam lubang memek Dhea, akibat gerakan itu Dhea tersentak dan terbangun dari tidurnya, matanya terbelalak saat melihat wajah sipemuda.
Tapi Dhea tidak bisa berteriak karena mulutnya sedang dilumat oleh sipemuda, Dhea merasakan bukan hanya mulutnya saja yand sedang dilumat tapi memeknya pun sedang disumpal oleh kontol sipemuda ini, dan Dhea mulai merasakan sipemuda menggerakkan kontolnya dilubang memeknya.
Blesssleepbleessslepppbleess.sleeeppp..
Terlihat Mata Dhea yang tadinya terbelalak karena kaget perlahan-lahan mulai meredup sayu, nampaknya Dhea mulai merasakan kenikmatan dientot oleh sipemuda.
Dhea mengenali sipemuda sebagai Andi salah seorang bawahan suaminya, yang dia tidak mengerti bagaimana Andi bisa masuk kedalam rumahnya dan bagaimana Andi bisa dengan bebasnya memasukkan kontolnya kedalam lubang memeknya, tetapi Dhea tidak mau berpikir banyak tentang hal itu yang ada dalam benaknya sekarang ini adalah menikmati sodokan kontol Andi.
hmmhh. hhhmmmhhh. hhmmmhhhh terdengar desahan dari mulut Dhea yang masih dilumat oleh Andi, karena AndI takut kalau ia lepaskan lumatannya Dhea akan berteriak.
Mata Dhea mulai merem melek menikmati sodokan-sodokan kontol Andi yang besar kalau dibandingkan dengan suaminya, melihat Dhea mulai menikmati entotannya Andi mulai berani melepaskan lumatan dibibir Dhea dan mulai menjilati leher dan telinga Dhea, aksinya ini semakin membuat desahan-desahan Dhea semakin menjadi.
Ouuhhhssshhhhh..aaahhhhh.Annddiiii..kon toool llmuuuueenaakk sekali dan besar sshhhhaaahhhh Dhea mendesah kenikmatan menikmati entotan Andi.
Hmmhhhh..slrrppp..hmmmm.memek ibu juga eenaaakkkoohhhh.sslrrpppp.seempiitt sekali ooohhhh.slllrrpppp.. Andi melenguh keenakan merasakan memek Dhea yang masih sempit sambil tetap menghisap-hisap payudara Dhea.
Dhea merasakan kenikmatan duniawi yang belum pernah ia alami sebelumnya, selama pernikahannya dengan suaminya belum pernah dia merasakan nikmatnya dientot, selama ini suaminya selalu mencapai kepuasan terlebih dahulu.
Sementara ia sendiri belum mencapai kepuasan, jangankan untuk mencapai klimaks, untuk merasakan keenakan saja Dhea belum pernah merasakannya, berbeda dengan saat ini saat memeknya disodok-sodok oleh kontol Andi yang memang dalam ukuran saja lebih besar dan lebih panjang dari punya suaminya, apalagi Andi masih muda.
Kedua insan ini sudah tidak ingat apa-apa lagi selain menikmati persetubuhan mereka yang semakin menggila, Andi semakin cepat mengeluar masukkan kontolnya didalam lubang memek Dhea yang semakin basah, sementara Dhea sendiri dengan semangat 45 menggoyangkan pantatnya mengimbangi gerakan Andi, keringat sudah mengalir dari kedua tubuh mereka.
Ouughhh Andi .teruussss.ooughhh enaaakkkk.sekaalliii.oughhhh.tekaaaann yang dalam, Oughhh.puaskaannnakuuuu..yaaahhh,aaaahhhh. Lenguhan Dhea semakin menjadi.
Andi mengikuti kemauan Dhea dengan menekan lebih dalam kontolnya dilubang memek Dhea, ia merasakan ujung kepala kontolnya menyentuh bagian paling dalam memek Dhea.
Aaagghhhakuuu..sudah tidak tahan laaagiiiiouugghhhhAnddiiiiiiaku mau keluarough enaaaaakkkk sekali kontollmuuuu..aaaagghhhhhh..Andi .akuuukeluaaarrrrr aaaaghhhhhhh. Dhea mengerang.
Srrr..cccreeet.ssssrrrrr.. akhirnya Dhea mencapai puncak kenikmatannya, tubuhnya mengejang saat ia mencapai kepuasannya, vaginanya berdenyut-denyut saat mengeluarkan lahar kenikmatannya, Andi sendiri merasakan vagina Dhea seperti meremas-remas kontolnya, Andipun lalu menekan lebih dalam kontolnya dan membiarkan kontolnya terbenam sebentar didalam lubang memek Dhea.
Dhea memeluk erat-erat Andi, sementara kakinya ia kaitkan dengan erat dibelakang pinggul Andi, sehingga kontolnya Andi semakin terbenam dimemeknya, beberapa saat kemudian Dhea melepaskan pelukan dan kaitan kakinya ditubuh Andi, sementara diwajahnya terpancar kepuasan.
Andi kamu betul-betul hebat, selama ini belum pernah saya mengalami nikmatnya mengentot, Dhea berbisik ditelinga Andi.
Saya juga merasa enak ngentot ibu, memek ibu sangat sempit. Andi menimpali bisikan Dhea, sambil dengan perlahan-lahan mulai memaju mundurkan lagi kontolnya.
Hmmmaahh..kamu belum keluar. Dhea bertanya, karena ia merasakan kontol Andi masih keras. Hmm..aku pikir kamu sudah selesai.
Belum, ibu masih mau lagi? tanya Andi.
Hmmmmemang kamu bisa buat aku puas lagi. Dhea balik bertanya.
He..he..kita coba saja, apa saya bisa buat ibu puas lagi atau tidak. Jawab Andi sambil mulai mempercepat gerakannya, sementara tangannya mulai meremas-remas kedua bukit payudara Dhea.
Kita tukar posisi, biar aku yang menggenjot kontolmu, sekarang kamu duduk. Dhea menimpalinya, karena ia sendiri tidak mau membuang kesempatan ini.
Andi kemudian menarik tubuh Dhea tanpa melepaskan kontolnya dari lubang memek Dhea, dengan sedikit berputar Andipun lalu duduk disofa.
Sementara posisi Dhea sekarang sudah dipangkuannya, dengan posisi ini Andi lebih leluasa untuk bermain di susunya Dhea, kedua tangannya dengan penuh nafsu meremas-remas kedua bukit kembar Dhea, mulutnyapun ikutan beraksi, kedua putting susu Dhea bergiliran dijilati dan dikulum serta dihisap-hisap oleh Dhea.
Aksi Andi ini perlahan-lahan mulai membangkitkan kembali birahi Dhea, dengan perlahan-lahan Dhea mulai menaikturunkan pinggulnya, gesekan-gesekan kontol Andi didinding memeknya membuat birahinya kembali memuncak dengan cepat.
Ouuughhh.Andiiiiihiisaaaapppp.tteeeteeek kku. .ooughhhhyyaaachhh.begitu aaaghhhh kontolmu enak sekaaaliii Dhea mengerang sambil mempercepat gerakan naik turunnya.
Klo mau keluar kamuuuuu.kkassiihtahuuuyaachhhh.. Dhea berbisik di telinga Andi.
Hmmhhhssslllrpppp..hhmmmmhh.ok..aaaagghh hhh., . Andi menjawab sambil tetap menghisap-hisap tetek Dhea.
Sleeppp..blessssleeppp.bleesss.slleeepppp.ble essss.. kontol Andi terlihat keluar masuk dalam lubang memek Dhea dengan cepatnya, karena Dhea pinggul Dhea naik turun dengan cepat.
Dhea betul-betul menikmati persetubuhannya ini, gerakkannya semakin cepat dan semakin tak beraturan, lenguhan-lenguhan kenikmatan mereka berduapun semakin kerap terdengar, menikmati persetubuhan ini mereka berdua lupa dengan status mereka, dalam pikiran mereka hanya satu bagaimana mencapai kepuasan persetubuhan ini.
OuughhhAndiiiiiiakkuuuu.mauuuuu,keelll uuaaa rrrlagioooohhhhh.aaaagghhh enaaaakkkkk sssekkaaaaallliiii..kontolmuuuu Dhea mengerang saat ia merasa bahwa ia akan mencapai lagi puncak kenikmatannya.
Sementara itu Andi juga merasa bahwa ia akan mencapai puncak kenikmatannya, Andipun membantu Dhea yang akan mencapai puncak kenikmatannya dengan memegang pinggul Dhea dan membantu menggerakkan pinggul Dhea naik turun dengan cepat.
OuuughhhhhBuuu.aaakkkuuuu jugaaamau kelluaaaarrr..aaaagghhhhhh.. memek ibuuuu enaaakkk sekaaalliiiiiooougghhhh.buuuuaku gak taaahhaaannnlaagi. Andipun mengerang merasakan puncak orgasmenya yang sudah diujung kepala kontolnya.
Creeetttt.creeeettt.sssrrr..ccreeettt..
kontol Andi menyemprotkan airmaninya didalam lubang memek Dhea, berbarengan dengan memek Dhea menyemprotkan lahar kenikmatannya, Dhea merasakan hangatnya sperma Andi didinding lubang memeknya, sementara Andi merasakan hangat dibatang kontolnya karena disiram oleh lahar kenikmatan Dhea.
Keduanya berpelukan dengan erat menikmati saat-saat terakhir puncak kenikmatan dari persetubuhan mereka, kedua bibir mereka berpagutan dengan mesra, Dhea sendiri dengan perlahan-lahan menggoyangkan pinggulnya menikmati sisa-sisa kenikmatan dari kontol Andi.
Tak lama berselang Dhea beranjak dari pangkuan Andi, dari lubang memeknya terlihat cairan putih mulai mengalir perlahan, sementara kontol Andi yang mulai mengkerut tampak mengkilat karena cairan kenikmatan Dhea, keduanya kemudian beranjak menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri keduanya kembali keruangan keluarga dan mulai mengenakan pakaian mereka, lalu Andi berpamitan pulang, ditimpali oleh Dhea dengan kecupan mesra dibibirnya, dan bisikan mesra ditelinganya, Terimakasih yach, atas malam yang indah ini
Dibalas oleh Andi dengan senyuman dan kata-kata yang menggoda, Kalau ibu ingin kenikmatan lagi, hubungi saya saja
Dheapun tersenyum atas godaan Andi ini, Pasti,
Setelah Andi pulang, Dhea menuju kamar tidurnya, malam ini Dhea tidur dengan lelap dimulutnya terukir senyum kepuasan.
Bersambung…
Sugito, Satpam Perumahannya
Semenjak kejadian malam itu, Dhea yang tadinya seorang istri yang menerima keadaan dan tidak pernah mengetahui bahwa bersetubuh itu sangat nikmat berubah menjadi Dhea yang ingin dipuaskan setiap kali bersetubuh, tetapi suaminya tidak pernah dapat memuaskan Dhea seperti biasanya, suaminya selalu keluar duluan pada saat Dhea baru mulai terangsang, setelah itu suaminya langsung tertidur tanpa memperdulikan lagi keadaan istrinya.
Hal ini membuat Dhea ingin selalu mencari lagi laki-laki seperti Andi yang dapat memuaskan hasrat birahinya.
Seperti malam itu setelah melakukan hubungan suami istri, suaminya langsung terlelap, sementara Dhea merasa tersiksa karena birahinya tidak terlampiaskan, memeknya terasa gatal ingin merasakan sodokan-sodokan kontol.
Dengan penuh kesal Dhea beranjak dari tempat tidurnya lalu ia menuju kedapur untuk mengambil segelas air, sambil memegang gelas air minum Dhea beralih menuju keteras depan, kemudian Dhea duduk disofa yang ada diteras.
Saat Dhea sedang duduk merenung didalam kegelapan malam, Dhea melihat sesosok tubuh dari kejauhan sedang berjalan mendekati rumahnya, setelah dekat Dhea mengetahui sesosok tubuh itu adalah seorang Satpam diperumahan dimana ia tinggal, nampaknya Satpam ini sedang menjalankan tugasnya berkeliling komplek yang bersistem cluster ini.
Melihat sosok tubuh Satpam itu yang kekar Dhea tertarik dan birahinya yang belum terlampiaskan berkobar kembali. Tanpa banyak pikir Dhea melambaikan tangannya kearah satpam itu, si satpam yang mengetahui dirinya dipanggil segera menghampiri Dhea.
Selamat malam, bu dengan sopan satpam itu menyapa.
Dhea memperhatikan nama Satpam itu diseragamnya lalu membalas sapaannya, malem pak Sugito,
Sementara itu mata Sugito tak berkedip menatap tubuh Dhea yang terbalut daster tipis dan disinari oleh lampu teras sehingga membuat tubuh Dhea yang sexy terbayang dengan jelas, membuat birahi Sugito bergolak, perlahan-lahan pentungan diselangkangannya menegang, membuat celana satpamnya menggelembung, semua ini tidak terlepas dari mata Dhea yang memang dari tadi sudah mulai mencuri-curi pandang kearah selangkangan Sugito.
Adaaaaapaaa..bu, tanya Sugito dengan sedikit terbata-bata karena menahan nafsu birahinya yang menggelegak.
Dimatanya terlihat kedua bukit kembar Dhea yang menonjol dan kedua putingnya yang berwarna merah muda tercetak dengan jelas dibalik dasternya, sementara pandangan matanya melihat diselangkangan Dhea bayangan hitam dari balik dasternya, dalam harinya membatin nyonya ini tidak pakai apa-apa lagi dibalik dasternya.
Sugitopun menelan air liurnya, ingin rasanya ia menerkam tubuh Dhea ini dan menggenjotnya, tapi pikiran jernihnya masih berjalan karena statusnya yang sebagai satpam dikomplek perumahan ini, bisa-bisa kehilangan pekerjaannya kalau ia melakukan pikirannya itu.
Bapak, bisa tolongin saya? tanya Dhea.
Apaa..yang bisa saya bantu bu? Sugito berbalik tanya, suaranya bergetar menandakan Sugito sedang dipenuhi oleh nafsu birahinya.
Sini, pak. Ikutin saya, yach, kata Dhea tersenyum.
Dheapun melangkah menuju kedalam rumahnya diikuti oleh Sugito yang masih bingung dan semakin bernafsu, Sugito melihat bongkahan pantat Dhea yang tercetak karena tanpa Dhea sadari dasternya terjepit oleh belahan pantatnya saat ia duduk tadi, Sugito merasakan kontolnya tambah mengeras.
Setelah menutup pintu depan dan menguncinya, Dhea melangkah menuju kekamar tidur tamu yang tidak terlalu berjauhan dengan ruang tamu, Sugito masih mengikutinya dengan penuh tanda tanya, hatinya membatin apa yang dibutuhkan oleh nyonya muda ini dari dirinya, sesampainya didalam kamar tidur, Dhea langsung menutup pintu kamar dan menguncinya.
Saya, butuh bantuan bapak untuk muasin saya, Dhea berkata sambil tangannya mulai meraih kemeja seragam satpam Sugito, dan mulai membukai kancingnya satu persatu dengan sangat cekatan.
Setelah kemeja Sugito terlepas, tangan Dhea beralih kecelana Sugito, celana Sugito dengan cepat telah terbuka, lalu Dhea menurunkan celana seragam itu kebawah, tapi Dhea agak kesulitan menanggalkan celana itu karena terhalang oleh sepatu Satpam Sugito.
Pak, lepaskan sepatunya dong, kata Dhea.
Sugito yang masih belum lepas kagetnya karena mendengan perkataan Dhea tadi dan perbuatan Dhea yang melucuti pakaiaannya, mengikuti perintah Dhea dengan melepaskan sepatunya, sekarang Sugito hanya mengenakan celana dalamnya saja.
Tonjolan dibalik celana dalamnya membuat Dhea semakin bernafsu, dengan bernafsu ditariknya kebawah celana dalam Sugito sehingga kontol Sugito terangguk-angguk dengan gagahnya, Dhea terbelalak melihat kontol Sugito yang lebih panjang dan besar dari punya Andi.
Apalagi kalau dibandingkan dengan punya suaminya, sambil menurunkan celana dalam Sugito Dheapun berjongkok didepan Sugito dan kontol Sugito yang berdiri dengan tegak itu mulai dijilatinya, dari mulai ujung kepalanya sampai kepelernya, sambil kadang-kadang ditingkahi dengan kuluman-kuluman dan hisapan hisapan lembut, membuat Sugito yang masih seperti bermimpi ini mendesah-desah keenakan.
Batin Sugito masih belum mempercayai apa yang terjadi ini, tidak pernah terlintas sedikitpun dalam pikirannya bahwa kontolnya akan dijilati dan dikulum-kulum oleh wanita secantik dan sesexy Dhea apalagi wanita ini termasuk dari golongan yang terhormat, yang secara tidak langsung adalah yang membayar gajinya.
Oughhaaaahhhh.sshhhhhaaaghhhhbuuu.uueennaaak kktennaaanoougghh Sugito mengerang keenakan, menikmati kontolnya yang sedang dikaraoke oleh Dhea.
hhhmmmssshhssssssllrrpppssssllrppphhhhmmm..ko ntolmu besar sekali, Dhea bergumam sambil tetap asyik mengulum dan menjilati pentungan Sugito, tangan kirinya asyik memegangi pentungan Sugito, sementara tangan kanannya asyik mengelus-elus memek dan kelentitnya.
Sugitopun akhirnya tidak mau diam saja, kedua tangannya mulai meremas-remas kedua bukit kembar Dhea yang masih tertutup daster, remasan-remasan kasarnya mulai membuat Dhea menggelinjang kegelian, Dheapun merasakan lubang vaginanya semakin basah.
Dheapun menghentikan aksinya, kemudian ia berdiri lalu mulai melepaskan dasternya sehingga sekarang Dhea telanjang bulat didepan Sugito, mata Sugito terbelalak melihat keindahan tubuh Dhea, betul-betul ia seperti bermimpi, tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa dia akan melihat tubuh Dhea telanjang apalagi akan menikmatinya seperti saat sekarang ini.
Setelah melepaskan dasternya Dhea merebahkan tubuhnya diranjang, kemudian Dheapun mulai mengangkangkan kedua belah kakiknya, sehingga lubang kenikmatannya yang berwarna merah terpampang dihadapan Sugito.
Ayo pak, beri aku kepuasan, Dhea berkata sambil tangannya mengelus-elus kelentit dan lubang vaginanya.
Mendengar permintaan Dhea itu, Sugito tersenyum lalu menghampiri Dhea yang sudah terlentang menantikan sodokan pentungan satpamnya. Diusap-usapkannya kepala kontolnya dibelahan vagina dan dikelentit Dhea, membuat Dhea menggelinjang kegelian, hasrat birahinya semakin bertambah bergelora, nafasnya semakin memburu.
Oughhh.paaakk.jaaanggaannn.dielussss-elusss..sssshh..aagchhhhmmaasuukkiin. kememekkupaakkkooughhhaakuuutidak taahan lagiceepaatpaakkakuu..ingin merasakan kontolmuuuyang besaaarr itu™ Dhea mengerang menyuruh Sugito untuk cepat memasukkan kontolnya kedalam memeknya.
Dengan perlahan-lahan Sugito mulai menyelipkan kepala kontolnya dibelahan memek Dhea, setelah itu dengan perlahan-lahan Sugito mulai menekan kontolnya, kontol Sugito mulai melesak kedalam lubang senggama Dhea perlahan-lahan.
Dhea mengejang merasakan kontol Sugito yang besar melesak kedalam lubang vaginanya, ia merasakan agak sedikit sakit karena besarnya kontol Sugito dan karena untuk pertama kalinya juga vaginanya diterobos oleh kontol besar.
kontol Sugito perlahan-lahan mulai terbenam didalam lubang senggama Dhea, setelah lebih dari setengah dari panjang batang kontolnya terbenam didalam memek Dhea, Sugito mulai mengangkat kedua belah kaki Dhea, kemudian kedua kaki Dhea ditekan kearah tubuh Dhea sendiri, sehingga lutut Dhea hampir menyentuh dada Dhea sendiri.
Dengan posisi seperti itu Sugito lalu menghentakkan kontolnya sekaligus, sehingga seluruh batang kontolnya terbenam dalam memek Dhea, sentakan Sugito membuat Dhea terhenyak dan menahan nafas.
Dhea merasa memeknya seperti robek, tak lama berselang Sugito mulai memaju-mundurkan kontolnya dengan perlahan karena tadi saat ia menghentakkan kontolnya ia melihat Dhea meringis menahan sakit.
Lama-lama rasa sakit dilubang memeknya mulai hilang terganti dengan rasa nikmat yang sangat melebihi kenikmatan yang ia rasakan bersama Andi, nampaknya Sugito sangat berpengalaman dalam urusan ngentot dan memuaskan wanita.
Desahan, erangan dan lenguhan kenikmatan semakin sering keluar dari mulut Dhea dan Sugito, keduanya betul-betul merasakan kenikmatan duniawi yang belum pernah dialami oleh mereka selama ini, Dhea memang belum pernah merasakan sensasi bersetubuh seperti sekarang ini.
Dhea merasakan lubang senggamanya penuh sesak oleh jejalan kontol Sugito, seluruh area sensitif didalam lubang senggamanya tersentuh oleh gesekan-gesekan kontol Sugito, sementara Sugito sendiri belum pernah merasakan tubuh mulus dan putih dan lubang vagina yang sempit seperti yang dimiliki oleh Dhea, apalagi keharuman tubuh Dhea yang menambah hasrat birahinya.
Ouughh..paakk..kontolmuuubesaaarrsekaaliii..pen uh memekkuuu..dibuatnyaa Dhea mengerang-erang kenikmatan menikmati sodokon-sodokan kontol Sugito.
Buuuaaaghhhmemeekkibuuujuuugaaseemppitsekaa lliiierang Sugito keenakan menikmati jepitan memek Dhea dibatang kontolnya.
teruussspaakk.puaasskkaan..aakhhuusshhh..aaach h.eenaakkkooughhhDhea mendesah-desah, sementara tubuhnya mengejang-ejang menikmati sodokan-sodokan Sugito.
Kadang-kadang Dhea mengangkat pinggulnya menyambut kedatangan kontol Sugito, mengakibatkan kontol Sugito terbenam lebih dalam, dan menyentuh dinding rahimnya.
Gelinjangan tubuh Dhea menikmati persetubuhan ini semakin menjadi-jadi saat Sugito mulai menciumi leher Dhea yang jenjang dan jilatan-jilatan dikedua belah telinga Dhea, membuat sensasi persetubuhan ini semakin menjadi-jadi. Kedua bibir mereka pun kadang-kadang berpagutan dengan penuh nafsu, kedua lidah mereka saling bertautan.
Tiba-tiba tubuh Dhea mengejang sementara tangannya meremas-remas rambut Sugito, kedua kakinya mengait pinggul Sugito, pinggulnya terangkat menyambut sodokan Sugito, merasakan ini Sugito pun semakin mempercepat sodokan-sodokannya,.
Ouuggg..paakkk.eenaakksekaaalii.ooughhhaakhhu ummauuu..keluuaaar..aaachhh.. Dhea mengerang, tubuhnya mengejang menyambut puncak birahinya yang akan tercapai.
Agghhhbuuuakhuuujughaaa,.mmaauukellluar.oou ghhh.Sugitopun mengerang bersamaan dengan erangan Dhea.
Creeetttt.sssrrrrr…creeeetssssrrrrcccreeett t..ssrrr
Dhea dan Sugito berbarengan menggapai puncak kenikmatan dari persetubuhan mereka ini, kedua kemaluan merekapun berbalasan memuntahkan lahar kenikmatannya, mereka berdua merasakan kedutan-kedutan kemaluan pasangan masing-masing dan semburan-semburan hangat dari lahar kenikmatan mereka.
Setelah tetes terakhir dari lahar kenikmatan mereka keluar, Sugito perlahan-lahan mulai menarik kontolnnya yang sudah mulai mengecil, dari lubang senggama Dhea nampak mengalir cairan putih bercampur dengan lendir bening, menetes kekain sprei.
Cerita Sex Pelacurku Bekas Penyanyi
Terimakasih pak, bapak telah memberikan saya kepuasan, Dhea berkata kepada Sugito masih dengan nafas yang memburu.
Sama-sama, Bu..kalau nanti ibu butuh bantuan saya lagi, ibu bisa panggil saya lagi, jawab Sugito sambil menawarkan bantuannya lagi.
Dibalas dengan senyuman oleh Dhea, kemudian kedua insan ini kembali mengenakan pakaian mereka kembali, setelah selesai Dhea mengantar Sugito kepintu dan memberikan kecupan dipipi Sugito sambil mengucapkan terimakasih lagi, setelah itu Dhea mengunci pintu dan menuju kekamar tidurnya.
Bersambung…
Bagaimana sobat Ngocokers cerita Anak Lurah diatas? kalau bagus jangan lupa klik salah satu iklannya yah biar mimin update kelanjutannya (part 3) yang pasti lebih menarik. Jika mau tau kelanjutan kisah ini jangan lupa follow akun telegram Ngocoks.com yah, terima kasih.


